News

Badung Gelar Familiarization Trip 2026, Perkuat Promosi Wisata Budaya ke Pasar India

MANGUPURA – sightseeingbali.id
Pemerintah Kabupaten Badung terus memperluas strategi promosi pariwisata dengan menonjolkan kekuatan wisata budaya yang dimiliki wilayah Badung bagian utara dan tengah. Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan sisi lain Badung yang selama ini lebih dikenal melalui destinasi wisata pantainya.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Badung Familiarization Trip 2026 yang melibatkan sejumlah travel agent asal India. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda promosi internasional untuk memperluas jangkauan pasar wisatawan mancanegara sekaligus memperkenalkan potensi wisata budaya yang berkembang di berbagai wilayah Kabupaten Badung.

Salah satu rangkaian kegiatan utama berlangsung dalam agenda Culture Dinner yang digelar di kawasan Jaba Tengah Pura Taman Ayun, Mengwi, pada Rabu 13 Mei 2026 malam. Suasana khas budaya Bali ditampilkan secara menyeluruh melalui suguhan kuliner tradisional, pertunjukan seni, serta pengenalan sejarah kawasan yang menjadi salah satu warisan budaya penting di Pulau Dewata.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dalam membangun pengalaman wisata langsung bagi para pelaku industri perjalanan internasional agar mereka dapat mengenal lebih dalam karakter destinasi wisata di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, AA Putri Mas Agung, menjelaskan bahwa program familiarization trip dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada para peserta. Dengan merasakan langsung atmosfer budaya dan kekayaan destinasi yang ada, para travel agent diharapkan mampu memasarkan wisata Badung secara lebih efektif kepada wisatawan asal India.

Menurutnya, selama ini citra Badung memang identik dengan kawasan wisata pantai yang sudah mendunia. Namun di balik popularitas tersebut, wilayah ini juga memiliki kekayaan budaya, desa wisata, serta berbagai destinasi alternatif yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi.

Ia menuturkan bahwa promosi ini penting agar pasar internasional mengetahui bahwa Badung menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih beragam. “Tidak hanya soal pantai dan hiburan modern, tetapi juga wisata berbasis tradisi, sejarah, dan kehidupan masyarakat lokal yang masih terjaga,” katanya, dikutip dari baliprawara.com .

Selama empat hari tiga malam berada di Bali, para peserta diajak menjelajahi sejumlah destinasi unggulan yang tersebar di berbagai wilayah Badung. Kunjungan dimulai dari Pantai Pandawa yang dikenal dengan panorama tebing kapurnya, kemudian berlanjut ke kawasan Sulangai yang menawarkan nuansa pedesaan asri khas Bali.

Selain itu, para travel agent juga mengunjungi desa wisata yang memperlihatkan kehidupan budaya masyarakat secara langsung. Mereka diperkenalkan pada berbagai aktivitas tradisional, kerajinan lokal, serta kearifan masyarakat yang menjadi bagian dari daya tarik wisata berbasis budaya.

Rangkaian perjalanan juga mencakup kunjungan ke Monumen I Gusti Ngurah Rai sebagai bagian dari pengenalan sejarah perjuangan Bali. Kehadiran destinasi ini memperkaya pemahaman peserta mengenai nilai historis yang dimiliki Pulau Dewata.

Pada malam budaya di Pura Taman Ayun, para tamu menikmati sajian kuliner khas Bali yang disiapkan secara khusus sebagai bagian dari immersive tourism experience. Konsep ini dirancang agar wisatawan dapat merasakan langsung kekayaan budaya lokal, bukan sekadar melihatnya sebagai pertunjukan.

Ida Cokorda Mengwi XIII, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi atas langkah promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Menurutnya, menghadirkan travel agent internasional secara langsung untuk merasakan suasana budaya Bali adalah pendekatan yang efektif dalam membangun daya tarik destinasi.

Ia menilai pengalaman langsung memiliki dampak yang jauh lebih kuat dibandingkan promosi konvensional. “Ketika para pelaku industri perjalanan menyaksikan sendiri keunikan budaya dan keramahan masyarakat Bali, mereka akan lebih mudah menyampaikan pengalaman itu kepada calon wisatawan,” ucapnya.

Menurutnya, di tengah persaingan industri pariwisata global yang semakin kompetitif, promosi berbasis budaya menjadi salah satu kekuatan utama Bali. Identitas budaya yang kuat menjadi pembeda yang tidak dimiliki banyak destinasi lain di dunia.

Ia juga menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Pura Taman Ayun saat ini berkisar antara 400 hingga 500 orang per hari. Jumlah tersebut dinilai cukup stabil, namun masih memiliki peluang besar untuk terus meningkat melalui promosi internasional yang terarah.

Harapan besar disematkan agar pasar wisatawan India dapat terus berkembang. Negara tersebut dinilai sebagai salah satu pasar potensial dengan pertumbuhan wisatawan luar negeri yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkenalkan destinasi wisata selain kawasan pesisir. Fokus promosi diarahkan pada pengembangan wisata budaya dan desa wisata yang tersebar di wilayah Badung Utara serta Badung Tengah.

Selain menikmati pertunjukan seni budaya yang ditampilkan sepanjang malam, para peserta juga diajak memahami sejarah Pura Taman Ayun sebagai peninggalan penting Kerajaan Mengwi. Destinasi ini dikenal sebagai salah satu ikon warisan budaya Bali yang memiliki nilai sejarah tinggi. (SSB)

Anda Juga Menyukai

News

Lonjakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai, Sinyal Kebangkitan Pariwisata Bali

MANGUPURA – sightseeingbali.id Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, mencatatkan sebanyak 12.522.400 penumpang domestik maupun internasional selama tahun
News

Imigrasi Ngurah Rai, Buka Layanan Paspor Akhir Pekan dan Eazy Passport

MANGUPURA – sightseeingbali.id Layanan Paspor Simpatik dan Eazy Passport khusus kelompok rentan, kembali digulirkan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi). Kegiatan
Translate »