News

Pesta Rakyat 2026 di GWK Angkat Budaya dan Kepedulian Lingkungan

MANGUPURA – sightseeingbali.id

Pesta Rakyat 2026 kembali hadir di GWK Cultural Park, Ungasan, Badung, Bali, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026. Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, kegiatan ini diikuti ribuan pengunjung dengan rangkaian acara yang memadukan budaya, hiburan, kuliner, produk lokal, hingga edukasi lingkungan.

Tahun ini, Pesta Rakyat mengusung konsep PESTA yang merupakan kependekan dari Panggung Budaya, Eksplorasi Rasa, Sorak Sorai, Titik Temu, dan Alam Lestari. Konsep tersebut diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas lokal, hingga generasi muda Bali.

Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, rangkaian kegiatan juga memberi perhatian pada upaya menjaga lingkungan. Pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan acara, sehingga aktivitas hiburan tetap disertai dengan edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah.

Sebanyak 453 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah selama Pesta Rakyat 2026 berlangsung. Sampah organik kemudian diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik diarahkan untuk proses daur ulang melalui pengelolaan bersama Bali Waste Cycle.

Upaya tersebut turut dilengkapi dengan edukasi kepada pengunjung melalui showcase composting dan eco enzyme. Kehadiran kegiatan tersebut memperkenalkan proses pengolahan sampah sekaligus mendorong pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Di sisi budaya, Pesta Rakyat 2026 menghadirkan Program Dolanan yang diikuti 156 peserta. Berbagai permainan tradisional dimainkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tarik tambang, panjat pinang, balap bakiak, balap karung estafet, egrang, balap kelereng, hingga lomba makan kerupuk.

Keberagaman budaya Indonesia juga ditampilkan melalui Kirab Budaya yang digelar SD 4 Jimbaran pada 14 Agustus 2026. Hampir 600 peserta mengikuti kegiatan dengan mengenakan kostum yang merepresentasikan 18 daerah di Indonesia. Kirab tersebut juga menampilkan Seni Tabuh Baleganjur.

Keterlibatan banjar, pelajar, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan di kawasan GWK Cultural Park. Aktivitas tersebut berlangsung berdampingan dengan berbagai pertunjukan hiburan.

Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, mengatakan Pesta Rakyat menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.

“Pesta Rakyat kami selenggarakan sebagai ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan bersama di GWK Cultural Park. Sebagai destinasi wisata budaya, nilai-nilai budaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan kami,” ujar Rossie.

Panggung hiburan turut menampilkan Teater Topeng SMAN 2 Denpasar, Soulfood, Juicy Luicy, D’Masiv, serta Aldi Taher dengan dipandu Duo Giga. Aktivitas interaktif dan undian berhadiah juga menjadi bagian dari kemeriahan acara.

Puncak perayaan ditandai dengan pertunjukan kembang api dari tiga titik di kawasan GWK Cultural Park. Pengunjung juga dapat menikmati sajian kuliner bertema kemerdekaan melalui booth Jendela Bali.

Sejumlah menu yang ditawarkan antara lain Sang Saka Burger, Patriot Panna Cotta, serta minuman Semangat Juang. Sementara itu, produk lokal turut mendapat ruang melalui MyMelali GWK Market yang menghadirkan berbagai produk UMKM.

Booth Kencana Souvenir juga menyediakan beragam pilihan oleh-oleh bagi pengunjung. Dengan demikian, rangkaian acara tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi produk lokal dan pelaku usaha untuk berinteraksi dengan masyarakat.

GWK Cultural Park merupakan kawasan budaya dan pariwisata yang berada di Ungasan, Bali. Kawasan seluas sekitar 60 hektare tersebut menjadi lokasi Patung Garuda Wisnu Kencana dengan tinggi mencapai 121 meter.

Selain menjadi destinasi wisata, GWK Cultural Park juga menghadirkan pertunjukan seni dan tradisi Bali serta berbagai kegiatan rekreasi. Kawasan tersebut tercatat menerima lebih dari 1,5 juta pengunjung setiap tahun dan menyelenggarakan sekitar 15 pertunjukan budaya setiap harinya.

GWK Cultural Park juga pernah menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional, termasuk KTT G20 dan World Water Forum. Kawasan tersebut turut digunakan untuk kegiatan MICE, konser, festival, serta acara komunitas.

Melalui Pesta Rakyat 2026, berbagai unsur perayaan kemerdekaan dipadukan dalam satu kawasan, mulai dari budaya, permainan tradisional, pertunjukan musik, kuliner, UMKM, hingga pengelolaan sampah. Aspek lingkungan menjadi salah satu bagian dari penyelenggaraan dengan pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta penyaluran sampah anorganik untuk didaur ulang.

“Bagi kami, kemeriahan dan kepedulian terhadap lingkungan sudah seharusnya dapat berjalan beriringan. Melalui Pesta Rakyat, kami berharap masyarakat tidak hanya membawa pulang pengalaman merayakan kemerdekaan, tetapi juga semangat untuk terus menjaga kebersamaan dan lingkungan,” lanjut Rossie. (SSB)

 

Anda Juga Menyukai

News

Lonjakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai, Sinyal Kebangkitan Pariwisata Bali

MANGUPURA – sightseeingbali.id Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, mencatatkan sebanyak 12.522.400 penumpang domestik maupun internasional selama tahun
News

Imigrasi Ngurah Rai, Buka Layanan Paspor Akhir Pekan dan Eazy Passport

MANGUPURA – sightseeingbali.id Layanan Paspor Simpatik dan Eazy Passport khusus kelompok rentan, kembali digulirkan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi). Kegiatan
Translate »