MANGUPURA – sightseeingbali.id
Liburan di bulan Maret 2026 diprediksi menjadi salah satu periode paling padat sepanjang tahun, khususnya bagi destinasi wisata favorit seperti Bali. Hal ini tidak terlepas dari berdekatannya perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang hanya berselang dua hari.
Berdasarkan kalender, Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1948 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Sementara itu, Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan berlangsung pada Sabtu hingga Minggu, 21–22 Maret 2026. Kombinasi dua hari besar tersebut membuka peluang untuk libur panjang hingga sekitar tujuh hari bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Kondisi ini membuat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, mulai melirik Bali sebagai tujuan utama untuk menghabiskan waktu libur panjang bersama keluarga atau kerabat.
Wisatawan yang berencana berkunjung ke Bali pada Maret 2026 diimbau untuk melakukan pemesanan akomodasi dan transportasi sejak jauh hari. Hal ini disebabkan oleh potensi lonjakan kunjungan akibat berdekatannya dua hari raya besar tersebut.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Bali, perayaan Nyepi memiliki aturan khusus yang perlu diperhatikan. Selama 24 jam penuh, seluruh aktivitas di Pulau Dewata dihentikan. Bandara ditutup, penerbangan ditiadakan, transportasi tidak beroperasi, dan aktivitas luar ruangan dibatasi secara ketat.
Wisatawan yang berada di Bali saat Nyepi diwajibkan tetap berada di area penginapan masing-masing. Oleh karena itu, perencanaan perjalanan menjadi faktor krusial agar liburan tetap berjalan lancar dan nyaman tanpa kendala berarti.
Kondisi Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri juga berpotensi meningkatkan tingkat hunian hotel dan vila secara signifikan, mengingat banyak wisatawan memilih tetap berada di Bali selama periode libur panjang tersebut.
Daya tarik Bali sebagai destinasi wisata global terus menunjukkan tren positif. Pulau ini kembali mencuri perhatian dunia setelah dinobatkan sebagai destinasi wisata nomor satu dunia dalam ajang Travelers’ Choice Awards: Best of the Best Destinations 2026 versi TripAdvisor.
Dalam penghargaan tersebut, Bali berhasil mengungguli kota-kota besar dunia seperti London, Dubai, Paris, hingga New York. Pencapaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025.
Tercatat lebih dari 7,1 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali selama 2025. Angka tersebut melampaui capaian sebelum pandemi dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.
Tak hanya wisatawan mancanegara, pergerakan wisatawan domestik ke Bali juga diperkirakan meningkat signifikan menjelang Maret 2026. Peningkatan ini didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah, termasuk program diskon tiket pesawat menjelang Idul Fitri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Di sisi lain, pembukaan sejumlah rute penerbangan internasional baru dari Singapura, Newcastle di Australia, serta Mumbai turut memperluas akses bagi wisatawan asing. Ketersediaan rute langsung ini diprediksi akan semakin memperkuat arus kunjungan ke Bali selama periode liburan.
Platform perjalanan global juga mencatat adanya tren perjalanan keluarga lintas generasi yang terus meningkat. Fenomena ini mendorong kebutuhan akan akomodasi berkapasitas besar yang dapat menampung keluarga dalam satu lokasi.
Menyikapi tren tersebut, kebutuhan akan vila dengan ruang luas, privasi, dan fasilitas lengkap menjadi semakin relevan. Salah satu pengelola properti yang menyiapkan berbagai pilihan akomodasi keluarga adalah Nakula Villa Management.
Perusahaan ini menyoroti sejumlah vila yang dirancang untuk menunjang kebersamaan keluarga selama liburan panjang, khususnya di periode Nyepi dan Idul Fitri 2026.
The Bija Villas, Canggu
The Bija Villas menawarkan sembilan kamar tidur yang berlokasi di kawasan Canggu. Vila ini menyediakan ruang yang cukup luas bagi keluarga besar untuk berkumpul tanpa mengorbankan kenyamanan. Area hiburan anak, kolam renang, serta paviliun joglo menjadi bagian dari fasilitas yang tersedia.
Villa Morada, Canggu
Masih di kawasan Canggu, Villa Morada hadir dengan lima kamar tidur dan konsep ruang terbuka yang menyatu dengan taman luas. Desain kontemporer vila ini memungkinkan keluarga menikmati suasana tenang, sekaligus tetap dekat dengan pusat kuliner dan gaya hidup di sekitarnya.
Nagasutra Villa, Ungasan
Nagasutra Villa berlokasi di tebing Ungasan dengan pemandangan Samudra Hindia. Vila tujuh kamar tidur ini dilengkapi kolam renang, jacuzzi, dan gazebo, memberikan suasana menginap yang nyaman bagi keluarga yang ingin menikmati panorama laut dari ketinggian.
Villa Tirtadari, Kerobokan
Villa Tirtadari berdiri di atas lahan luas di Kerobokan dengan perpaduan arsitektur joglo tradisional dan ruang terbuka. Kolam renang sepanjang 25 meter serta taman yang lapang menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang membawa anak-anak.
CEO Nakula Villa Management, Christian Sunjoto, menyampaikan bahwa meningkatnya permintaan perjalanan membuat perencanaan lebih awal menjadi kebutuhan utama bagi wisatawan.
“Dengan Bali yang secara konsisten menempati peringkat teratas sebagai salah satu destinasi terbaik dunia dan permintaan perjalanan yang terus meningkat, perencanaan lebih awal menjadi semakin penting,” ujar Christian Sunjoto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 29 Januari 2026.
Ia juga menegaskan bahwa vila-vila yang dikelola Nakula dirancang untuk mendukung momen kebersamaan keluarga dengan kenyamanan dan privasi yang terjaga.
“Wisatawan yang berencana berlibur pada periode Tahun Baru Imlek Februari 2026 maupun libur gabungan Nyepi dan Idul Fitri Maret 2026 disarankan segera mengamankan akomodasi guna memastikan ketersediaan,” ucapnya.
Sebagai informasi, Nakula merupakan perusahaan manajemen properti dan perhotelan yang berdiri sejak 2012 dan berbasis di Bali. Perusahaan ini mengelola lebih dari 70 properti berupa vila mewah, kompleks vila, serta hotel butik di berbagai kawasan strategis Bali.
Melalui model bisnis berbasis pembagian keuntungan bersih, Nakula mengelola seluruh aspek operasional secara internal, mulai dari pemasaran hingga operasional harian. Seluruh tim Nakula berasal dari Indonesia dan berbasis di Bali, dengan fokus pada efisiensi, pemahaman lokal, serta keberlanjutan lingkungan dan budaya. (SSB)


