MANGUPURA – sightseeingbali.id
Tempat kuliner di Kabupaten Badung terus menghadirkan beragam konsep menarik. Salah satunya datang dari Warung Wica yang berlokasi di Banjar Tegal Kuning, Desa Bongkasa Pertiwi.
Meski baru beroperasi sejak Februari 2026, tempat makan ini mulai dikenal berkat pilihan menu yang beragam, harga terjangkau, dan suasana santai yang cocok untuk semua kalangan.
Warung Wica mengusung konsep tempat makan yang tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi keluarga, anak muda, hingga wisatawan yang berkunjung ke kawasan desa wisata Bongkasa Pertiwi. Dengan mengedepankan kenyamanan dan harga ramah di kantong, warung ini ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang bisa dinikmati siapa saja.
Selain menawarkan tempat yang nyaman, kekuatan utama Warung Wica terletak pada pilihan menu andalannya. Berbagai hidangan khas Indonesia dipadukan dengan beberapa menu yang disesuaikan untuk wisatawan mancanegara, sehingga mampu menjangkau pelanggan dari berbagai latar belakang.
Pemilik Warung Wica, Widari, mengatakan ide membuka usaha tersebut berawal dari pengamatannya terhadap warung nasi goreng kaki lima yang selalu dipenuhi pelanggan. Menurutnya, kondisi itu membuktikan bahwa makanan sederhana dengan cita rasa yang lezat tetap memiliki pasar yang luas.
“Saya terinspirasi dari warung-warung nasi goreng pinggir jalan, yang kita lihat cuma buat nasi goreng, tapi kok rame, tapi kok banyak orang yang datang, tapi kok bisa menutupi kehidupannya sehari-hari,” ujar Widari saat ditemui di warungnya, Senin 20 Juli 2026.
Mengusung slogan “harga kaki lima, rasa bintang lima”, Warung Wica menghadirkan Nasi Goreng Babi Kecombrang sebagai menu andalan. Perpaduan nasi goreng dengan aroma khas bunga kecombrang menjadi pembeda yang banyak dicari pelanggan.
Selain itu tersedia pula Nasi Goreng Ayam, Spring Roll, hingga aneka camilan yang cocok dinikmati saat bersantai. Pilihan minuman pun cukup beragam, mulai dari es teh, es jeruk, hingga es mojito. “Seluruh menu dibanderol dengan harga mulai sekitar Rp5 ribuan, sehingga tetap terjangkau bagi pelajar maupun masyarakat umum,” ucapnya.
Warung Wica juga menyesuaikan beberapa menu bagi wisatawan asing. Jika pelanggan lokal menikmati ayam goreng lengkap dengan sambal dan lalapan, wisatawan mancanegara disajikan versi yang lebih ringan menggunakan kentang goreng, saus manis, serta sambal tanpa lalapan. Selain nasi goreng, tersedia pula menu chicken leg dan spaghetti yang cukup diminati wisatawan.
Warung ini buka setiap hari pukul 17.00 hingga 22.00 WITA. Jam operasional tersebut dipilih setelah dilakukan evaluasi karena kunjungan pelanggan lebih ramai pada sore hingga malam hari. Untuk menambah kenyamanan keluarga, Warung Wica juga menyediakan area bermain anak sederhana berupa playground.
Dengan kapasitas sekitar 50 hingga 60 orang, Warung Wica siap melayani pelanggan yang datang untuk makan bersama keluarga, berkumpul bersama teman, maupun menggelar acara komunitas. Ke depan, Widari berharap usahanya semakin dikenal luas sehingga semakin banyak masyarakat dan wisatawan yang datang menikmati beragam menu yang ditawarkan. (SSB)


