MANGUPURA – sightseeingbali.id
Desa Bongkasa Pertiwi di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, tidak hanya dikenal melalui upaya pelestarian Jalak Bali, tetapi juga menghadirkan wisata edukasi yang memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dan wisatawan untuk mengenal proses konservasi burung endemik khas Pulau Dewata tersebut.
Kawasan penangkaran yang dikelola Kelompok Kehati Pertiwi Lestari kini berkembang menjadi salah satu tujuan wisata berbasis edukasi lingkungan.
Melalui berbagai aktivitas yang disiapkan, pengunjung dapat melihat secara dekat bagaimana Jalak Bali dipelihara, dikembangbiakkan, hingga dipersiapkan untuk kembali hidup di alam liar.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pentingnya menjaga satwa endemik sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan melalui pendekatan yang lebih edukatif.
Salah seorang anggota Kelompok Kehati Pertiwi Lestari, I Made Sulendra, menjelaskan bahwa wisata edukasi yang dikembangkan tidak hanya memperlihatkan proses penangkaran, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga habitat Jalak Bali agar tetap lestari.
Pengunjung diajak mengenal tahapan konservasi mulai dari perawatan indukan, proses berkembang biak, penetasan anakan, hingga persiapan pelepasliaran ke habitat alaminya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memahami bahwa keberhasilan pelestarian satwa tidak hanya bergantung pada penangkaran, tetapi juga pada kondisi lingkungan yang mendukung.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian wisatawan adalah program adopsi Jalak Bali. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat maupun pengunjung untuk berpartisipasi dalam mendukung upaya konservasi burung langka tersebut.
Burung yang diadopsi nantinya akan dipelihara hingga siap dilepasliarkan kembali ke alam sebagai bagian dari program pelestarian yang dijalankan Kelompok Kehati Pertiwi Lestari. “Wisatawan dapat mempelajari proses penangkaran, pelepasliaran, hingga mengikuti program adopsi Jalak Bali yang kemudian dilepas kembali ke habitat alaminya,” ucap Sulendra.
Melalui skema tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap keberlangsungan program konservasi Jalak Bali di Desa Bongkasa Pertiwi.
Program pelepasliaran sendiri dilakukan secara bertahap agar burung mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sebelum sepenuhnya hidup bebas di alam. Hingga kini, sekitar 10 pasang Jalak Bali telah berhasil kembali menghuni kawasan sekitar desa.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari hasil penangkaran yang terus berkembang. Dari enam pasang indukan yang diterima melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR), populasi Jalak Bali di penangkaran kini telah bertambah menjadi lebih dari 60 ekor.
Selain mengembangkan penangkaran, kelompok konservasi juga aktif menjaga habitat Jalak Bali melalui berbagai kegiatan lingkungan. Masyarakat diajak menghentikan praktik perburuan liar, mengurangi sampah plastik, serta menanam berbagai jenis pohon buah dan tanaman yang menjadi sumber pakan alami burung tersebut.
Edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan juga dilakukan secara rutin melalui pertemuan banjar, pemasangan papan larangan berburu di sejumlah lokasi, hingga kampanye pelestarian melalui media sosial.
Upaya konservasi berbasis masyarakat yang dijalankan di Desa Bongkasa Pertiwi turut mendapat perhatian internasional. Saat pelaksanaan KTT G20 di Bali, sejumlah delegasi dari berbagai negara mengunjungi kawasan tersebut untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan Jalak Bali.
Dengan hadirnya wisata edukasi dan program adopsi, Desa Bongkasa Pertiwi tidak hanya menjadi lokasi konservasi satwa endemik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam melalui keterlibatan masyarakat.
Melalui pengalaman tersebut, pengunjung memperoleh gambaran mengenai proses panjang pelestarian Jalak Bali, mulai dari penangkaran, perawatan, pelepasliaran, hingga upaya menjaga habitat agar burung endemik Bali itu dapat terus berkembang di alam bebas. (SSB)


