MANGUPURA – sightseeingbali.id
Fly Bali kembali mengambil bagian dalam operasi penanganan bencana di Indonesia. Kali ini, operator helikopter yang berbasis di Bali tersebut terlibat dalam patroli udara untuk memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Fly Bali terhadap program pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Selain menjalankan layanan penerbangan untuk kebutuhan pariwisata di Bali, perusahaan tersebut juga mengoperasikan helikopter dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan.
Salah satu operasi yang dilakukan Fly Bali berlangsung di wilayah Pontianak melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam pelaksanaannya, helikopter digunakan untuk melakukan pemantauan kondisi dari udara sekaligus mengidentifikasi wilayah yang terdampak kebakaran.
Business Development Manager Fly Bali Nita Tedja mengatakan misi patroli bersama BNPB di Kalimantan Barat telah dimulai sejak April 2026. Operasi di Pontianak kemudian berlangsung hingga Senin, 10 Agustus 2026, sebelum helikopter dan kru kembali ke Bali.
Nita menjelaskan bahwa operasi kebencanaan menjadi salah satu kegiatan yang selama ini turut dijalankan Fly Bali. Keterlibatan tersebut dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia sesuai dengan kebutuhan penanganan bencana dan program pemerintah.
“Fly Bali, selain melakukan perjalanan pariwisata untuk tamu-tamu yang berada di Bali, juga sering mendukung program pemerintah yaitu program patroli untuk kebakaran hutan di beberapa area di Indonesia,” ujar Nita Tedja saat ditemui di Fly Bali Heliport ketika menyambut kedatangan helikopter dengan register PK-FBI.
Tidak hanya di Pontianak, Fly Bali juga kata dia, menjalankan patroli udara di Palangkaraya. Operasi di wilayah tersebut masih berlangsung dengan menggunakan helikopter yang memiliki registrasi PK-FBI.
Sementara itu, Kapten Jabir Satria Prima, penerbang helikopter Bell 206, mengungkapkan, selama menjalankan operasi tersebut, Fly Bali mencatat sekitar 200 jam patroli udara. Penerbangan dilakukan dengan cakupan wilayah yang cukup luas di Kalimantan Barat.
Pemantauan dari udara mencakup kawasan bagian utara, timur, hingga selatan. Area yang masuk dalam cakupan operasi antara lain wilayah Singkawang hingga Ketapang.
Patroli tersebut dilakukan untuk membantu mendapatkan gambaran kondisi kebakaran dari udara. Informasi hasil pemantauan menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan penanganan kebakaran yang dilakukan di wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Kapten Jabir menyebut kendala penerbangan secara umum tidak terlalu signifikan. Namun, terdapat sejumlah titik yang membutuhkan koordinasi lebih ketat, terutama ketika patroli dilakukan berdekatan dengan wilayah operasi helikopter water bombing.
“Kecuali di titik-titik yang mana paling dekat dengan kota Pontianak itu kami harus bergantian untuk mencapai satu titik karena kami harus berkoordinasi dengan helikopter water bombing yang menyiram air,” jelasnya.
Keterlibatan Fly Bali bersama BNPB dalam kegiatan kebencanaan bukan kali pertama dilakukan di wilayah Indonesia. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga pernah mendukung operasi serupa di Pekanbaru.
Selain patroli kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Fly Bali juga tercatat pernah terlibat dalam penanganan bencana banjir di Aceh dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Dalam operasi di Aceh tersebut, helikopter digunakan untuk mendukung kegiatan penanganan bencana. Salah satu kebutuhan yang didukung adalah pergerakan logistik menuju wilayah yang membutuhkan bantuan.
Operasi di Pontianak yang berlangsung sejak April 2026 tersebut akhirnya selesai pada Senin 10 Agustus 2026. Setelah misi berakhir, helikopter yang digunakan dalam operasi tersebut kembali ke Bali.
Kapten Jabir mengatakan dukungan terhadap operasi penyelamatan dan kebencanaan bersama pemerintah akan terus dilakukan Fly Bali.
“Fly Bali pasti akan selalu tetap support misi penyelamatan dan kolaborasi dengan pemerintah, demi bangsa Indonesia ini karena kami semua di sini bersaudara satu bangsa, satu Indonesia ini,” tegasnya. (SSB)


