TABANAN – sightseeingbali.id
Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, kembali menghadirkan terobosan baru di dunia gaya hidup dan kuliner. Kali ini, kawasan kreatif tersebut memperkenalkan pengalaman bersantap berbasis teknologi virtual reality atau VR yang diklaim sebagai yang pertama di Asia Tenggara.
Pengalaman bersantap ini menggabungkan konsep fine dining dengan teknologi imersif, sehingga tamu tidak hanya menikmati hidangan, tetapi juga diajak masuk ke dalam dunia visual yang selaras dengan sajian makanan. Program ini berlangsung di Luna Beach Club, salah satu destinasi unggulan di kawasan Nuanu Creative City.
Kolaborasi ini melibatkan EPIC NOW sebagai mitra kreatif yang menghadirkan konsep VR Michelin Dining Experience. Melalui pengalaman tersebut, Nuanu ingin menawarkan cara baru dalam menikmati kuliner dengan pendekatan lintas disiplin, mulai dari seni visual, teknologi, hingga gastronomi kelas dunia.
Pengalaman bersantap VR Michelin ini dipimpin oleh chef asal Jepang, Kazushige Suzuki, yang dikenal memiliki rekam jejak di dunia kuliner berstandar Michelin. Dalam program ini, Chef Suzuki menyajikan menu fusi Jepang dan Bali yang dirancang khusus untuk menyatu dengan pengalaman visual berbasis VR.
Konsep utama dari VR Michelin Dining Experience adalah membawa tamu menjelajahi delapan dunia virtual yang berbeda. Setiap dunia VR memiliki tema visual dan suasana tersendiri yang disesuaikan dengan hidangan yang disajikan pada saat itu.
Visual, suara, dan atmosfer dirancang untuk berjalan seiring dengan alur sajian makanan. Dengan demikian, pengalaman bersantap tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga melibatkan indera penglihatan dan pendengaran secara bersamaan.
Pendekatan ini membuat setiap sesi makan terasa seperti sebuah perjalanan cerita yang memiliki awal, tengah, dan akhir. Narasi tersebut dibangun secara bertahap, mengikuti urutan hidangan yang disajikan kepada para tamu.
Sebagai pusat pelaksanaan program ini, Luna Beach Club dipilih karena konsep dan lokasinya yang mendukung pengalaman imersif. Kegiatan bersantap VR Michelin ini berlangsung di Elysium, sebuah area khusus di Luna Beach Club.
Elysium dirancang dengan perpaduan arsitektur kaca dan bambu, serta menghadap langsung ke laut. Desain ini memungkinkan tamu menikmati pemandangan alam Bali sambil merasakan pengalaman bersantap yang terkurasi dengan detail.
Nuanu Creative City menempatkan pengalaman ini sebagai bagian dari visi kawasan tersebut yang menggabungkan seni, budaya, teknologi, dan alam dalam satu ruang yang saling terhubung.
Setiap sesi VR Michelin Dining Experience dibatasi hanya untuk 20 tamu. Pembatasan jumlah peserta ini bertujuan untuk menjaga kualitas pengalaman agar tetap personal dan fokus.
Dengan format yang intim, setiap elemen dalam pengalaman bersantap dapat diperhatikan secara lebih mendalam. Mulai dari penyajian makanan, kualitas visual VR, hingga suasana ruang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi tamu.
Pengalaman bersantap ini dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap Jumat dan Sabtu malam di Luna Beach Club, Nuanu Creative City, sehingga memberikan kesempatan terbatas bagi para pencinta kuliner untuk mencobanya.
Dalam program ini, para tamu dapat memilih dari empat tingkatan pengalaman yang tersedia. Opsi tersebut dimulai dari Discovery Experience hingga VIP Experience.
Setiap tingkatan menawarkan fasilitas dan menu yang berbeda. Pada tingkat tertentu, tamu juga dapat menikmati pairing minuman yang telah dikurasi secara khusus, serta elemen menu eksklusif yang tidak tersedia di paket lainnya.
Selain sesi reguler, tersedia pula opsi pemesanan privat untuk kelompok tertentu. Pilihan ini ditujukan bagi tamu yang ingin merayakan momen khusus, seperti acara pribadi atau pertemuan terbatas.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyampaikan bahwa Nuanu dirancang sebagai ruang di mana berbagai disiplin dapat bertemu tanpa kehilangan identitas masing-masing. “Kolaborasi dengan EPIC NOW mencerminkan cara Nuanu memandang budaya sebagai proses yang bersifat kolaboratif,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat 9 Januari 2026.
Sementara itu, tim EPIC NOW menekankan bahwa pengalaman bersantap ini dibangun dengan perhatian terhadap detail. Visual dan suara dirancang untuk mendukung hidangan yang disajikan, bukan untuk mengalihkan perhatian dari esensi bersantap itu sendiri.
Di tingkat global, konsep immersive dining mulai berkembang di berbagai kota besar seperti New York dan Tokyo. Teknologi VR dalam dunia kuliner digunakan sebagai alat untuk memperdalam pengalaman, bukan menggantikan interaksi manusia dengan makanan.
Pendekatan ini memungkinkan tamu merasakan pengalaman bersantap yang lebih menyeluruh, di mana cerita, rasa, dan visual saling melengkapi dalam satu rangkaian yang utuh.
Dengan hadirnya VR Michelin Dining Experience, Bali dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat gastronomi eksperimental di Asia Tenggara. Program ini juga menegaskan peran Nuanu Creative City sebagai ruang eksplorasi yang menghubungkan seni, budaya, dan teknologi.
Kapasitas yang terbatas serta konsep yang dirancang secara matang menjadikan pengalaman ini sebagai salah satu penawaran kuliner yang berbeda dari konsep bersantap pada umumnya, sekaligus membuka babak baru dalam perkembangan dunia kuliner berbasis teknologi di kawasan ini. (SSB)


