TABANAN – sightseeingbali.id
Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan selama periode libur panjang Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran 2026. Kenaikan ini terlihat jelas jika dibandingkan dengan kondisi hari-hari normal sebelum memasuki masa liburan.
Sebelum periode libur panjang, rata-rata kunjungan wisatawan ke kawasan wisata ini berada di angka sekitar 600 orang per hari. Jumlah tersebut menjadi standar kunjungan harian dalam kondisi biasa, saat belum ada momentum liburan besar yang memicu pergerakan wisatawan.
Memasuki masa setelah Hari Raya Nyepi, jumlah pengunjung mulai menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari hari ke hari. Lonjakan ini menandakan tingginya minat masyarakat untuk berwisata, khususnya ke destinasi alam dan budaya seperti Ulun Danu Beratan.
Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputra, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah kunjungan mulai terlihat jelas setelah perayaan Nyepi yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2026. Dalam waktu singkat, jumlah wisatawan meningkat hampir dua kali lipat dari angka normal harian, yakni sekitar 1.100 wisatawan dalam satu hari. Angka tersebut terus bertambah pada hari berikutnya hingga mencapai 1.600 orang. Peningkatan tersebut berlanjut hingga menyentuh angka 1.700 pengunjung dalam sehari, tepatnya pada Minggu, 22 Maret 2026.
“Kondisi ini menunjukkan tren positif yang masih berpotensi terus meningkat. Mengingat masa libur panjang masih berlangsung, peluang terjadinya lonjakan pengunjung yang lebih tinggi masih sangat terbuka dalam beberapa hari ke depan,” kata Agus, Senin 23 Maret 2026.
Ia berharap jumlah kunjungan tahun ini mampu melampaui capaian yang pernah diraih pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, pada libur Lebaran tahun 2025 lalu, jumlah kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan sempat mencapai kisaran 2.000 hingga 2.100 orang dalam satu hari.
Angka tersebut kini dijadikan sebagai acuan target untuk periode libur tahun ini.
Dengan tren peningkatan yang sudah terlihat sejak awal liburan, pengelola menargetkan angka kunjungan harian bisa kembali menyentuh bahkan melampaui 2.100 wisatawan.
Prediksi puncak kunjungan diperkirakan akan terjadi menjelang akhir pekan. Tepatnya pada tanggal 27 Maret, sehari sebelum akhir pekan, yang diyakini menjadi momentum utama meningkatnya arus wisatawan. Lonjakan ini juga dipengaruhi oleh pola perjalanan masyarakat saat libur Lebaran. Umumnya, wisatawan melakukan perjalanan kembali dari kampung halaman setelah merayakan hari raya bersama keluarga.
Dalam perjalanan pulang tersebut, banyak wisatawan yang memilih singgah ke destinasi wisata. Ulun Danu Beratan menjadi salah satu lokasi yang kerap dijadikan tempat persinggahan karena letaknya yang strategis dan daya tarik alamnya yang kuat.
Dari sisi komposisi pengunjung, wisatawan domestik masih mendominasi kunjungan ke Ulun Danu Beratan. Sekitar 80 persen pengunjung tercatat berasal dari dalam negeri.
Mayoritas wisatawan domestik tersebut diketahui datang dari wilayah Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat lokal untuk berlibur di Bali, khususnya di kawasan pegunungan seperti Ulun Danu, masih sangat tinggi.
Sementara, jumlah wisatawan mancanegara justru mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini disebut berkaitan dengan kondisi global yang belum sepenuhnya stabil. Beberapa faktor global, termasuk konflik dan situasi geopolitik di sejumlah wilayah dunia, turut memengaruhi pergerakan wisatawan internasional.
Hal ini berdampak langsung pada berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali, termasuk ke Ulun Danu Beratan. Kondisi tersebut membuat komposisi pengunjung saat ini lebih didominasi oleh wisatawan domestik dibandingkan mancanegara. (SSB)


