News

Noema Pererenan Hadirkan Retret Nyepi “Portal of Silence”, Ajak Tamu Menyelami Keheningan dan Kreativitas

MANGUPURA – sightseeingbali.id
Perayaan Hari Raya Nyepi di Bali selalu identik dengan suasana hening, refleksi diri, serta momen untuk menjauh sejenak dari kesibukan sehari-hari. Mengusung konsep tersebut, Noema menghadirkan sebuah pengalaman menginap yang dirancang khusus bagi para tamu yang ingin menikmati Nyepi dengan cara berbeda.

Melalui paket retret bertajuk “Portal of Silence”, Noema mengajak para pengunjung untuk merasakan makna keheningan secara lebih mendalam. Program ini disiapkan sebagai ruang bagi siapa saja yang ingin menenangkan pikiran sekaligus membuka peluang untuk eksplorasi kreativitas selama momen Tahun Baru Saka.

Program retret ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Maret 2026, bertepatan dengan rangkaian perayaan Nyepi. Selama periode tersebut, tamu akan diajak menjalani pengalaman menginap yang memadukan ketenangan, seni, serta nuansa budaya khas Bali di kawasan Pererenan.

Program ini dirancang bukan sekadar pengalaman staycation biasa selama Nyepi. Noema menghadirkan konsep retret kreatif yang memungkinkan para tamu menikmati suasana hening sekaligus menyalurkan ekspresi seni melalui kegiatan khusus bersama para seniman yang menjadi resident artist.

Salah satu kegiatan utama dalam paket “Portal of Silence” adalah workshop seni eksklusif yang digelar tepat pada Hari Raya Nyepi.
Kegiatan ini dipandu oleh dua seniman, Andre Yoga dan Asti Surya, yang akan membimbing para tamu dalam sebuah sesi artistik yang bersifat intim. Workshop tersebut dirancang sebagai ruang eksplorasi kreatif di tengah suasana sunyi yang menjadi ciri khas perayaan Nyepi.

Melalui sesi tersebut, peserta diajak untuk memanfaatkan keheningan sebagai sarana refleksi sekaligus medium untuk mengekspresikan gagasan kreatif.
Konsep ini dihadirkan untuk memberikan perspektif baru terhadap perayaan Nyepi, di mana keheningan tidak hanya dimaknai sebagai ketiadaan aktivitas, tetapi juga sebagai ruang untuk menemukan kejernihan pikiran.

Noema dikenal sebagai tempat yang dirancang bagi mereka yang tertarik pada pengalaman seni, alam, serta koneksi sosial.

Rangkaian pengalaman retret dimulai sehari sebelum Nyepi, tepatnya saat Hari Pengerupukan. Pada malam tersebut, tamu akan mendapatkan kesempatan menyaksikan parade Ogoh-Ogoh secara langsung dari posisi barisan terdepan.

Parade Ogoh-Ogoh merupakan salah satu tradisi penting dalam rangkaian perayaan Nyepi di Bali. Patung-patung raksasa yang menggambarkan berbagai wujud makhluk mitologi diarak keliling desa sebagai simbol pembersihan energi negatif.

Suasana meriah dari parade tersebut menjadi kontras dengan keheningan total yang akan berlangsung pada keesokan harinya saat Hari Raya Nyepi. Pengalaman menyaksikan Ogoh-Ogoh secara langsung dari posisi khusus ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi para tamu yang mengikuti paket retret di Noema.

Paket retret Nyepi yang ditawarkan Noema tersedia untuk periode menginap dua malam, mulai dari 18 hingga 20 Maret 2026.
Pemesanan paket dibuka hingga 18 Maret 2026, selama ketersediaan kamar masih ada.
Berikut rincian harga paket menginap:
Tropical Studio
Harga: Rp5.716.000 net
Kapasitas: 2 orang
Imagi Suite
Harga: Rp8.494.000 net
Kapasitas: 3 orang dewasa, atau 2 orang dewasa dan 2 anak di bawah 12 tahun
Harga tersebut mencakup berbagai fasilitas dan pengalaman selama masa menginap.
Fasilitas yang Termasuk dalam Paket
Para tamu yang memesan paket ini akan mendapatkan sejumlah fasilitas, di antaranya:
Menginap selama dua malam di akomodasi Noema dengan desain estetis.
Sarapan harian selama periode menginap.
Pengalaman makan siang dan makan malam yang telah dikurasi khusus.
Workshop seni eksklusif bersama resident artists Andre Yoga dan Asti Surya pada Hari Raya Nyepi.
Akses barisan terdepan untuk menyaksikan parade Ogoh-Ogoh pada malam Pengerupukan.
Seluruh pengalaman tersebut dirancang untuk memberikan suasana Nyepi yang lebih mendalam sekaligus menghadirkan aktivitas yang tetap selaras dengan semangat keheningan.

Director of Marketing JHL Collection, Kay Tadjoedin, menjelaskan bahwa konsep retret ini dirancang untuk mengajak tamu menikmati Nyepi dengan ritme yang lebih tenang.
“Kami ingin para tamu merasakan keajaiban Hari Raya Nyepi di dalam ketenangan area kami, di mana setiap detail merupakan undangan untuk memperlambat ritme hidup,” ujar Kay Tadjoedin dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Maret 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran seniman dalam program ini bertujuan membuka ruang refleksi sekaligus kreativitas bagi para tamu. “Dengan menghadirkan seniman seperti Andre dan Asti, kami menyediakan ruang bagi para tamu untuk melihat ke dalam diri, menyalurkan ekspresi kreatif mereka, dan benar-benar meresapi keheningan tersebut,” katanya.

Sebagai informasi, Noema dikenal sebagai tempat yang dirancang bagi mereka yang tertarik pada pengalaman seni, alam, serta koneksi sosial. Berlokasi hanya sekitar tiga menit dari Pantai Pererenan, resor ini menghadirkan konsep akomodasi yang memadukan desain modern dengan suasana komunitas kreatif.

Noema memiliki 156 kamar bergaya modern, satu penthouse dengan tiga kamar tidur, serta dua konsep tempat bersantap yang berbeda, yakni Mamaloma dan Paparempa.
Selain fasilitas menginap, Noema juga menghadirkan berbagai pengalaman lain bagi para tamu, mulai dari instalasi seni, area bermain lintas usia, hingga layanan wellness yang dirancang untuk memberikan suasana relaksasi. (SSB)

Anda Juga Menyukai

News

Lonjakan Penumpang di Bandara Ngurah Rai, Sinyal Kebangkitan Pariwisata Bali

MANGUPURA – sightseeingbali.id Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, mencatatkan sebanyak 12.522.400 penumpang domestik maupun internasional selama tahun
News

Imigrasi Ngurah Rai, Buka Layanan Paspor Akhir Pekan dan Eazy Passport

MANGUPURA – sightseeingbali.id Layanan Paspor Simpatik dan Eazy Passport khusus kelompok rentan, kembali digulirkan Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi). Kegiatan
Translate »